KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News

Berjemur Menyerap Manfaat Sinar Matahari

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, papaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Tidak ada yang mengira bakal ada wabah mematikan di negeri tercinta kita ini. Coronavirus disieses alias covid-19 yang asalnya dari Wuhan, China, sampai juga ke Indonesia. Tidak ada covid-19 menyebar di seluruh dunia. Virus ini menyebar di 215 negara di dunia. Saat tulisan ini dibuat, jumlah total penderita positif covid-19 di dunia sudah mencapai 7.751.882 orang.Angka kematiannya 428.487 orang.

Virus ini bikin semua negara bingung. Tidak ada obatnya. Tidak ada vaksinnya. Semua negara berlomba menemukan vaksin dan obatnya. Termasuk Indonesia. Indonesia masih bekerja keras mencari formula obat yang tepat. Pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo juga berusaha membuat vaksin covid-19. Jumlah terinfeki covid-19 di Indonesia tergolong tinggi. Terus bertambah setiap harinya.

Pemerintah membuat kebijakan khusus yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tetapi di DIY, Sri Sultah Hamengku Buwono X tidak menerapkan PSBB. Karena kalau menerapkan PSBB akan sangat berdampak pada ekonomi. Sri Sultan sebagai Gubernur DIY sangat hati-hati dan memilih menerapkan status tanggap darurat covid-19.Seluruh sekolah diliburkan. Belajar online, jarak jauh.

Ken Jagatparahita juga belajar jarak jauh. Berbulan-bulan belajar di rumah. Mama, eh Ken sekarang manggilnya mami, selalu menemani Ken belajar online. Mama mendampingi dan membantu print atau fotokopi pelajaran dan soal. Bahkan saat ujian kenaikan kelas juga dilakukan secara online. Tulisan ini dibuat 13 Juni 2020. Ken baru saja selesai ujian kenaikan kelas. Ken terakhir ujian 11 Juni 2020.

Sehari-hari Ken belajar mengubah perilaku hidup bersih. Cuci tangan pakai sabun. Kalau keluar rumah bersama mami, pakai masker. Jaga jarak. Pakai mika penutup wajah. Bahkan Ken sempat berusaha berjemur. Konon kalau berjemur di pagi hari ini akan meningkatkan imun. Dalam kondisi seperti sekarang ini imun tubuh harus dijaga. Karena menurut pihak medis, imun yang bagus bisa melawan virus covid-19.

Ken hanya berjemur di rumah. Saat berjemur ini Ken sama mami foto-foto. Sebagaimana masyarakat saat ini kalau sedang beraktivitas narsis dulu. Selfie. Foto-foto. hehehe..

Di rumah mama dan Ken selalu berusaha menerapkan protokol kesehatan. Papa juga sering mengingatkan. Sampai mules dengar imbauan protokol kesehatan. Soalnya jadi ada takut atau gimana gitu, katanya. Alhamdulillah. Sampai tulisan ini dibuat, masih tetap ikhtiar disiplin protokol kesehatan. Mudah-mudahan keluarga besar Ken dijauhkan dari covid-19. Aamiin.

Pada suatu hari semangat menghindari covid-19 ini salah satunya dengan mika penutup wajah alias face shield. Alat pelindung diri model face shield ini memang banyak dijual online. Saking semangatnya, Ken beli lima biji. Pakai uang tabungannya sendiri.

“Papaaaa.. aku beli lima. Model gambarnya macem-macem nih. Aku beli pakai uangku sendiri,” kata Ken saat menelepon papa.

“Aku juga beli, Pa,” sahut mama yang ada di samping Ken.

Papa saat mendapat kabar itu senang. Ada usaha. Ada ikhtiar. Karena memang virus ini sangat bahaya. Penularannya cepat banget. Kita tak tahu siapa di dekat kita yang terinfeksi. Karena bagi yang terinfeksi belum tentu sakit. Kelihatan sehat, tapi ternyata positif covid-19. Maka protokol kesehatan mengajarkan agar kita terhindar dari covid-19 dengan cara pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan sesering mungkin pakai sabun. Covid-19 pasti berakhir. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *