KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Home News School Travel

Mencoba Baju Renang Baru di Kolam Tembi

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID – Ini cerita tentang baju renang. Ken berulang kali bilang kepengin beli baju renang. Beberapa baju renangnya sudah kekecilan. Tinggal satu yang masih dia pakai. Itu pun sudah bosan.

Baju renangnya yang masih dia pakai itu dia beli sudah lama, ketika masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) Pedagogia Yogyakarta. Dulu memang belinya agak kebesaran.

Ketika dia sudah SD, baju itu masih bisa dipakai. Selain sudah lama, bajunya sudah mulai tak nyaman. Mungkin karena sudah lawas, dan badan Ken sudah tumbuh besar.

“Pa.. Ma.. Belikan baju renang,” kata Ken.

BERENANG- Ken Jagatparahita berenang di Tembi, 16 Februari 2020.

Permintaan Ken ini tak langsung dituruti. Lama sekali dia tak dibelikan baju renang. Hingga suatu hari, papa dipindah kerja ke Jambi. Kala itu, permintaan baju renang tak kunjung keturutan. Ketika papa pulang dari Jambi, Ken dibelikan baju renang.

Berawal dari jalan-jalan ke mal. Sekadar cuci mata dan cari makan malam. Teringat permintaan Ken beli baju renang. Akhirnya muter-muter cari baju renang di mal Ambarrukmo Plaza.

Ketemulah baju renang yang diinginkan. Ken pun memilih. Tak butuh waktu lama. Karena semua bagus-bagus. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk Ken melihat-lihat dan akhirnya memilih satu baju renang kesukaannya.

Ya.. Baju renangnya cukup bagus. Warnanya menarik. Papa setuju. Ken kelihatan senang dengan baju renang pilihannya. Ken lalu ditemani mama mencoba baju renang itu. Ternyata pas. Bungkus!

Baju renang ini akan dipakai Ken seminggu sekali. Setiap Kamis dia ikut ekstrakurikuler renang di sekolahnya. “Aku pengin renang di Tembi, pa,” kata Ken.

Tiba-tiba Ken kangen berenang di Tembi. Jadi, kali pertama memakai baju renang baru itu di kolam Tembi.

Kala berenang di Tembi ini, mama tidak ikut. Mama gak mau karena di Tembi ini orangtua yang gak ikut renang, tetap dipungut bayaran. Jadinya, mama males.

Akhirnya hanya berdua, Ken dan papa yang berenang. Tepatnya pada 16 Februari 2020.

Papa dan Ken berenang cukup lama. Ken sampai gak mau mentas. Padahal sudah hampir dua jam. Papa saja sudah kedinginan. Tapi, Ken masih bersemangat. Papa harus menemani Ken berenang hingga rampung.

Ken berenang ke sana sini. Dia berenang di kolam yang besar maupun kolam yang kecil. “Pa aku mau berenang tanpa pelampung,” katanya.

Ken ingin menunjukkan kepada papa kalau dia sudah bisa berenang tanpa pelampung. Katanya, dia sudah bisa karena dilatih sama gurunya. Bahkan, saat dilatih sama pak guru, Ken mendapat tepuk tangan karena bisa berenang tanpa pelampung.

Ken pun menunjukkan kepiawaiannya berenang. Meski papa harus menjaga ekstra ketat. Memang, Ken sudah bisa berenang tanpa pelampung. Tapi jaraknya masih belum jauh. Papa pun mengarahkan agar di pinggir saja, agar kalau capai berenang bisa pegangan bibir kolam.

Tak terasa berenang sudah cukup lama. Papa pun mengajak Ken pulang. “Sepuluh menit lagi ya pa,” kata Ken.

Papa pun menyanggupi, dan akhirnya Ken berenang menghabiskan waktu. Setelah selesai, Ken mandi sama papa. Kemudian, makan nasi goreng. Ken memesan es dawet, sementara papa sudah membawa air mineral.

Sambil menikmati makanan yang tersaji, papa dan Ken main dakon. Tak terasa makanan pun habis, dan main dakon pun diakhiri. Papa dan Ken pulang ke rumah. Hmmm,…. hari menyenangkan bersama Ken. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *