KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News School Travel

Jagong Manten Mampir Pantai Parangtritis

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, PapaKen

 

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Jagong manten di daerah Giricahyo, Gunungkidul, tak lengkap rasanya kalau langsung pulang. Biar senang gembira mampirlah ke Pantai Parangtritis, Bantul.

 

Ken Jagatparahita pada Minggu (16/6/2019) ikut jagong manten. Ibu gurunya di TK Pedagogia Yogyakarta, Ibu Titin, melangsungkan pernikahan dengan pria pilihannya.

 

Rumah Ibu Titin ternyata cukup jauh. Jarak rumah Ibu Titin dengan TK Pedagogia Yogyakarta sekitar 1 jam perjalanan naik sepeda motor. Tapi, jalan menuju rumah Ibu Titin pemandangannya sangat indah.

 

Jalurnya melewati hutan pinus, perbukitan, dan pantai selatan DIY. Kita bisa melihat pantai dari sisi atas, hingga rasanya kita melihat bumi dari langit.

 

Papa dan mama Ken mengendarai sepeda motor menuju rumah Ibu Titin. “Pa, kok gak nyampai-nyampai. Apakah masih jauh?” tanya Ken.

 

Papa dan mama belum bisa menjawab pasti. “Kemungkinan sebentar lagi sampai, ini sudah masuk wilayah desanya Ibu Titin,” jawab papa.

 

Ken bertanya kapan nyampai rumah Ibu Titin mungkin merasa sudah jenuh di perjalanan. Memang, jaraknya cukup jauh untuk ukuran Ken. Tapi dia sangat menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan.

 

Tidak terasa karena terhibur pemandangan nan indah, akhirnya sampai juga di rumah Ibu Titin. Papa, mama, dan Ken bergegas menuju tempat pelaminan Ibu Titin. Saat tiba, acara sudah dimulai.

 

Di sana, Ken bertemu teman-teman yang datang bersama orangtuanya. Acara jagong maten tak terlalu lama. Sekitar 1 jam saja. Setelah itu pulang.

 

Nah.. setelah jagong manten  waktunya menghibur diri. Berwisata. Daripada langsung pulang, mampir dulu ke Pantai Parangtritis.

 

Ken terlihat senang sekali. “Pa, belikan topi dong. Aku belum punya,” kata Ken sambil menunjuk ke arah lapak pedagang topi.

 

Papa pun lantas membelikan Ken topi. Kebetulan siang hari cuaca sangat panas sekali di pantai. Ken memilih warna kuning. Topi dijual Rp25 ribu.

 

Ken senang sekali main di pantai. Kala itu, ombak pantai sedang tinggi. Papa melarang Ken mendekat pantai. Papa takut.

 

Ken pun hanya main pasir pantai yang kering. Karena panas sekali, main di pantai tidak terlalu lama. Papa lantas mengajak Ken beli air kelapa hijau.

 

Setelah air kelapa hijau habis, papa mengajak pulang. Ken, papa, dan mama lalu pulang, tapi mampir dulu ke minimarket. Ken pengin minum air putih dan beli camilan.

 

Sebentar di minimarket, Ken bersama papa dan mama lalu pulang. Sekitar satu jam perjalanan, sudah sampai rumah. Saatnya Ken istirahat. Papa dan mama juga istirahat. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *