KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Friends Home News School

Ken Juara 3 Mayoret di Kejuaraan Drum Band Grand Puri Marching Competition 2019

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, papaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Horeee… Ken Jagatparahita meraih juara 3 dalam lomba paramanandi alias mayoret drum band.

Minggu (7/4/2019), tim drum band TK Laboratori Pedagogia, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengikuti kejuaraan drum band Grand Puri Marching Competition 2019.

Kejuaraan ini diikuti 60 tim drum band tingkat TK dan SD se DIY dan Jateng, digelar di Grand Puri Water Park, Jalan Parangtritis Km 9,5, Gabusan, Bantul.

Kejuaraan ini ada lomba drum band kelas pemula B, dimana tim TK Laboratori Pedagogia ikut. Sekaligus ada lomba perseorangan paramanandi alias mayoret.

TK Laboratori Pedagogia meraih juara 3 dalam kejuaraan drum band Grand Puri Marching Competition 2019 ini. Nah, Ken Jagatparahita yang menjadi mayoret alias paramanandi juga menyabet juara 3.

Seminggu menjelang lomba, Ken sering berlatih sendiri di rumah. Dia senang dipercaya menjadi mayoret. Setiap saat dia teriak-teriak sendiri. “Siaaaaaaaaaap.. Grakkkkk! Tegaaaaaaaaaap.. Grakkkk!”

Begitulah dia teriak-teriak ala pimpinan upacara. Dia menyiapkan pasukan drum band TK Laboratori Pedagogia. Latihan mayoret dia lakukan hampir setiap hari. Maklum, latihannya memang singkat sekali.

Sekolah tak banyak waktu menyiapkan anak didiknya berlatih drum band. Ken kala itu semangat sekali. Dia tak peduli waktu latihan mepet. Pokoknya setiap hari dia latihan sendiri.

Selain mempraktikkan apa yang dilatih sang pelatif drum band sekolahnya, Ken juga mempelajari mayoret dari chanel Youtube. Bahkan, Ken juga melakukan kreasi sendiri saat menjadi mayoret.

“Pa, nanti kalau pas lomba drum band aku akan bikin gerakan sendiri,” bisik Ken kepada papa.

“Wah, gerakan yang bagaimana, Ken?,” tanya papa.

“Nanti, aku akan begini-begini,” jawab Ken sambil mempraktikkan kepalanya diangkat ke atas condong ke belakang seakan dia mau kayang sambil memainkan tongkat.

“Wah, bagus sekali, Ken,” sahut papa.

Papa diam saja saat Ken berbisik. Papa cuma menanti, apakah nanti Ken bakal beneran melakukan kreasi sendiri saat memimpin pasukan drum band TK Laboratori Pedagogia.

Hari terus berganti hari. Ken tetap rutin latihan. Bersama teman-temannya di sekolah, Ken rutin latihan di pendapa milik UNY, yang lokasinya dekat sekolahan.

Latihan tanpa henti. Bahkan, Sabtu yang mestinya libur, dipakai untuk latihan terakhir, karena Minggu harus lomba.

Hari yang dinanti pun tiba. Persiapan dilakukan sejak pagi di sekolah. Semua anak persiapan, dandan sesuai tugas masing-masing. Termasuk Ken yang didandani khas mayoret.

Cuaca sungguh terik. Sinar matahari membakar kulit. Panas sekali. Tim drum band TK Laboratori Pedagogia penuh semangat antre nomor urut lomba. Hingga pada akhirnya tim tampil di depan juri.

Ken tampil di depan. Ada dua mayoret. Selain Ken, ada temannya yang juga menjadi mayoret. Tetapi yang memberi aba-aba Ken.

“Dewan juru siaap? Adik-adik siaaap?” Begitu suara pemandu acara memberikan aba-aba.

“Siaaaaap,” teriak Ken.

Ken lantas mengambil posisi. Tak lama kemudian, dia memberikan aba-aba. “Siaaaaaaaaap.. Graaaakkkk!”

“Hoormaaaaaaaaaat.. Grakkkkk!”.

“Tegaaaaaaak.. Graaakkk.”

“Tu.. Wa… Satu.. Dua..Tiga.. Empat…”

Pasukan drum band pun langsung membunyikan alat-alat drum band-nya. Lantunan drum band pun merdu dan enak didengar. Tak salah dewan juri mengganjarnya dengan juara 3.

Saat memimpin drum band itu. Papa memperhatikan. Ternyata bener. Ken membuktikan omongannya.

Saat di panggung, dia melakukan kreasi gaya mayoretnya. Kepalanya menghadap ke atas seakan mau kayang. Tongkat mayoretnya dia angkat dan diputar-putar di atas.

Adegan itu berlangsung beberapa menit, hingga akhirnya Ken kembali pada posisi normal, sebagaimana latihan.

Benar-benar tak terduga.. Ken sungguh merealisasikan keinginannya. Kreatif. Dia berani berinovasi gaya, keluar dari pakem gaya mayoret yang diajarkan sang pelatih.

Dan, alhamdulillah… Ken meraih juara 3. Luar biasa, Ken! (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *