KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Friends Home News School

Fashion Show Pakai Kebaya Berbahan Karung Goni

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, papaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Ken Jagatparahita memilih ikut lomba fashion show untuk meramaikan acara open house KB-TK-SD Laboratori Pedagogia, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (14/4/2019), di pendapa sekolah setempat.

Selain fashion show, ada lomba lainnya yaitu fun game batitta dan lomba mewarnai. Bertema “Tangguh dan Berbudaya di Era Digital”, mama Ken pun menyiapkan baju khusus untuk lomba fashion show.

Sesuai temanya, mama membuatkan kebaya kreasi berbahan karung goni. Kebaya itu diberi ikon-ikon digital, antara lain, lambang Twitter, Facebook, Instagram, Youtube, Line, Whatsapp, Wifi.

Mama puas dengan kebaya inovasinya. Ken pun sangat percaya diri memakainya. Dia senang sekali dengan kebaya berbahan karung goninya. Ia pun akan berupaya tampil maksimal saat fashion show.

“Asyiiik.. Ada Youtube-nya,” kata Ken saat tahu kebaya karung goninya itu ada logo Youtube.

“Ken kamu sudah siap lombanya?” tanya papa.

“Siap,” jawab Ken.

Ken kala itu tak latihan. Dia percaya diri aja ikut fahion show. Asal jalan megal-megol saja. Lagian, dia sering jalan megal-megol sendiri. Hehehe…

Papa dan mama pun tak memaksa Ken latihan. Papa dan mama hanya mendorong ken percaya diri tampil di depan publik.

Asal Ken berani dan pecaya diri saja, papa dan mama sudah senang. Urusan hasil belakangan.

Lomba kali ini Ken tak mendapat juara. Dua orang juri tak memilih Ken sebagai pemenangnya, meskipun banyak orang, termasuk pembawa acaranya memuji penampilan Ken dengan gaun rancangan mama.

“Wah, ini bagus sekali bajunya.. Sesuai dengan temanya, di era digital,” komentar pembawa acaranya.

Ken tampil maksimal. Dia jalan megal-megol di catwalk. Dia pun penuh percaya diri bergaya di depan juri. Alhamdulillah.. Ken tampil penuh semangat dan percaya diri.

Setelah usai lomba, semua peserta sudah tampil, Ken pun menunggu hasilnya. Ken tetap tersenyum riang meskipun namanya tak dipanggil untuk menerima piala.

Pemenang pilihan juri adalah peserta yang memakai kebaya kartinian masa lalu. Pakai jarit, sandal selop, hingga sanggulan ala salon.

Ternyata konsep kartinian di era digital ini dipersepsikan dewan juri tetap seperti Kartini masa lalu, dimana Kartini yang berkebaya khas zaman dulu dan sanggulan.

Berbeda dengan persepsi mama Ken, dimana Kartini di era digital adalah Kartini modern, kreatif, inovatif, dan kekinian.

Makanya, mama Ken merancang kebaya khusus berbahan karung goni, dan menghiasnya menggunakan simbol-simbol digital. Sayang sekali, tema kartini kekinian di era digital oleh juri masih dimaknai sebagai kartini yang memakai kebaya, sandal selop, dan sanggulan.

Meskipun jalannya di catwalk kaku, sandal selopnya lepas, tetapi peserta pakai jarit dan sanggulan, maka dewan juri tetap mengganjarnya sebagai juara.

Sementara, kebaya inovasi yang dikreasi berbahan karung goni dengan asesori simbol-simbol digital yang sangat kreatif, dengan tampilan megal-megol kemayu di catwalk, tak memperoleh apresiasi.

Tapi tak mengapa, karena lomba fashion show ini hanya untuk mengasah mental. Juara bukanlah tujuan. Yang penting Ken sudah tampil maksimal dan tetap bersemangat.

Seusai lomba, ibu guru menghampiri Ken dan memberikan semangat. Dan, Ken tetap tersenyum bahagia bisa tampil lomba. Tetap semangat, Ken! (*)

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *