KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News

Belajar Demokrasi di Bilik Suara

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, papaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Ini kali pertama Ken Jagatparahita belajar demokrasi. Mungkin Ken belum paham apa itu demokrasi. Tetapi ini momentum sejarah baginya.

Ken ikut papa dan mama coblosan alias menggunakan hak pilih dalam pesta demokrasi memilih calon legislatif, dewan pimpinan daerah, presiden dan wakil presiden.

Rabu (17/04/2019), Republik Indonesia menggelar pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019. Ini adalah sejarah demorkasi di Indonesia, dimana pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dilakukan secara bersama-sama.

Pemilu ini diikuti sekitar 190 juta masyarakat Indonesia, dengan tingkat partisipasi sekitar 80 persen.

Ken sudah ikut siap-siap sejak pagi. Bangun pagi, mandi, sarapan, lalu berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS). Papa dan mama nyoblos di TPS dekat rumah.

Antre coblosan cukup lama, karena jumlah surat suara yang dicoblos juga banyak, sekitar lima lembar. Ken sabar menemani papa dan mama.

Di TPS, Ken juga bertemu teman-temannya, yang juga ikut orangtuanya. Hingga pada saatnya, nama mama dipanggil petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Mama pun langsung masuk ke ruangan, mengambil kartu suara, lalu menuju bilik suara. Tak lama berselang, nama papa dipanggil juga oleh petugas KPPS. “Ayo, Ken!” ajak papa.

Ken pun diajak papa masuk hingga ke bilik suara. Ken pun ikut berpartisipasi, membantu papa menyoblos kartu suara.

Papa yang ambil kartu, membuka kartu, lalu meminta Ken membantu papa menyoblos. Dengan demikian, papa berharap Ken belajar sedikit soal coblosan, belajar berdemokrasi memilih pemimpin bangsa.

Tak butuh waktu lama. Coblosan pun tuntas. Ken menemani papa hingga selesai memasukkan kartu suara ke kotak suara.

Pemilu ini ada dua pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin, dan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.

Papa pun memilih pasangan yang mana Ken juga mengidolakannya. Salam demokrasi! (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *