KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Home News Travel

Asyiknya Main Egrang di Festival Dolanan Anak Malioboro

Juru Catat Ken Jagatparahita

KENJAGATPARAHITA.ID, YOGYA – Ken Jagatparahita ceria sekali sore itu. Di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, dia menghabiskan waktu menonton Festival Dolanan Anak Cilik Cilikan, Minggu (22/7/2018), sore.

Festival gratis dan terbuka untuk umum ini berisi mainan anak masa lalu. Setiap anak yang berkunjung bebas mau bermain apa. Ada egrang batok, egrang bambu, bakiak, gangsingan, kelereng, engklek.

Kemudian, ada gobak sodor, lompat tali, mobil-mobilan bambu, mewarnai topeng dan celengan, melukis di kanvas, telepon kaleng, ular tangga, hingga dakon. Festival Dolanan Anak Cilik Cilikan diselenggarakan oleh Omah Kreatif dan Perempuan Tato Indonesia.

Festival dolanan anak tersebut menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2018. Penanggung Jawab acara ini, Teguh Laksono, mengatakan, semua permainan yang disajikan adalah mainan tradisional. Tujuan dari acara itu mengajak anak menyukai permainan tradisional dan menjauhi gadget (Tribun Jogja, edisi Senin, 23 Juli 2018).

Minggu siang, papa menawarkan Ken bermain bersama, mumpung papa libur. Festival Dolanan Anak Cilik Cilikan itu alternatif acaranya. Acara itu mama yang dapat informasinya.

“Mau-mau.. tapi mampir mal ya,” kata Ken saat ditawari papa nonton Festival Dolanan Anak Cilik Cilikan oleh papa.

“Oke.. Tapi kebutuhannya apa? tidak melebar ya. Cuma es krim dan naik macan-macanan,” jawab papa menimpali. Ken sudah cukup lama memang pengin naik macan-macanan di Malioboro Mal.

“Iya.. janji,” jawabnya. “Ya sudah. Sekarang tidur dulu,” pinta papa.

Ken, papa, dan mama akhirnya tiduran bareng di kamar. Tak lama Ken terlelap. Papa dan mama merem melek-merem melek karena khawatir kebablasan tidurnya, takut tak kebagian festival dolanan anak.

Waktu sudah tiba. Ken bangun dari tidurnya. Tak menunggu lama, Ken mandi. Papa dan mama pun gebyur-gebyur. Ganti baju, langsung cus menuju Titik Nol Kilometer.

Papa memarkir sepeda motor di Kantor Pos Yogyakarta. Kantor Pos Yogyakarta buka parkir sampai pukul 00.00 WIB. Lokasinya sangat dekat dengan Titik Nol Kelometer, selemparan batu orang dewasa. Festival dolanan anak ini acaranya di ujung selatan Jalan Malioboro sisi barat, atau tepatnya di pojok selatan Istana Negara.

Sampailah Ken di lokasi festival. Ken terlihat gembira. Kali pertama dia melihat aksi panggung. Ken masih kebagian dua pementasan. Yakni tari-tarian dan pantomin. Selain itu, Ken menikmati main egrang. Ken main egrang ditemani papa. Ini kali pertama Ken main egrang. Kebetulan, papa juga sudah lama sekali tak main egrang. Papa kali terakhir main egrang kayaknya sewaktu usia sekolah dasar.

“Ken ayo main egrang. Sini papa pegangin,” ajak papa.

Ken pun mengangguk dan tertawa, lalu berlari mendekati papa. Papa sudah siapkan egrang kecil buatnya. Ken langsung mengambil posisi di panjatan egrang. Pelan-pelan, Ken memainkan egrang dibantu papa. “Ayo Ken berjalan,” kata papa memandu Ken.

Selangkah demi selangkah, Ken pun berjalan pakai egrang. Ken ketawa ketiwi. Kelihatannya sih senang. Tapi, sewaktu di rumah, ditanya papa, Ken kayaknya pura-pura cuek. “Gimana Ken, tadi festivalnya. Asyik ya. Senang kan?” tanya papa.

“Enggak,” jawabnya singkat lalu cuek. Hehehehehe.. biasa.. Ken suka godain papanya gitu.. 🙂

Waktu terasa cepat. Matahari menuju peraduannya. Azan magrib pun berkumandang. Papa, mama, dan Ken segera mengakhiri permainan. Panitia juga membubarkan acara seiring waktu matahari terbenam.

Ken lantas melanjutkan acaranya. Pergi ke Malioboro Mal buat naik macan-macanan dan beli es krim. Papa dan mama menepati janjinya. Mengantar Ken ke Mal buat naik macan-macanan dan beli es krim.

Tak lama di mal. Seperlunya saja. Ken pun lalu pulang ke rumah. Saat menuju tempat parkir, mama ajak Ken beli sate ayam di Malioboro. Untungnya Ken mau makan sate, meskipun hanya tiga iris lontong dan beberapa sunduk satenya.

Sewaktu pulang, Ken sudah ngantuk. Katanya sih sudah kenyang. Sudah gak mau makan lagi. Sampai di rumah, jam dinding sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB.

Mama pun mengajak Ken ke rumah Mbah Basir. Seperti biasanya, jadwal menemani Mbah Basir. Awalnya Ken gak mau. Lobi berkali-kali gagal. Akhirnya mau juga setelah dilobi berkali-kali, entah yang keberapa. Tentu ada syaratnya, es krim.

Di perjalanan Ken tertidur. Papa dan mama tetap membelikan es krim buat dimakan pagi harinya. Lelap. Hingga Ken bangun di pagi hari, lalu mandi dan pergi ke sekolah. Satu dari dua es krim yang dibelikan papa dimakan Ken.

Lalu Ken berangkan ke sekolah. “Da..da… hati-hati di jalan ya. Assalamualaikum..,” kata papa.

Pagi itu papa gak mengantar Ken ke sekolah. Hanya mama doang. Papa harus menemani Mbah Basir panen terlur burung puyuh. Tapi papa ikut menjemput Ken sewaktu pulang sekolah. Semangat belajar, Ken! (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *