KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News

Ken Santap Nasi Tahu Kecap saat Sahur Pertamanya

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID – BANTUL – Hari keempat Ramadan 1439 Hijriah, Minggu (20/5/2018), Ken Jagatparahita merasakan sensasi sahur kali pertama dalam hidupnya. Lauknya tahu goreng dan kecap. Nasinya habis separo, sementara tahunya habis satu setengah.

Ken memang minta dibangunkan papa saat sahur sebelum dirinya tidur malam. Pas papa bangun, Ken kelihatan tidur pulas. Papa pun sengaja tak mau bangunkan Ken. Kasihan lihatnya, soalnya baru bisa tidur sekitar pukul 23.00 WIB.

Jam dinding kala itu menunjukkan pukul 02.45 WIB. Papa bangun duluan. Papa lalu membangunkan mama. Papa tiga kali membangunkan mama. Nah, pas membangunkan mama kali ketiga pakai suara dari ruang tamu, Ken terbangun.

Papa pun kaget lihat Ken bangun. “Eee.. Ken sudah bangun. Ikut sahur ya,” sapa papa. “Iya,” jawab Ken sambil menganggukkan kepala.

Ken lalu ikut membangunkan mama yang tidur di sampingnya. “Ma bangun, sahur,” kata Ken.

Lengkap sudah. Papa, mama, dan Ken pun akhirnya sahur bersama. Menu sahur malam itu cuma telur asin, tahu, dan sarimi rasa bakso pemberian Mbah Putri. Papa yang masak sarimi buat kuahnya. Papa kasih sambal pedas sisa mama pas makan bakso Si Oy_Oy.

Kebetulan Ken kurang suka lauk telur asin. Sarimi pun tak mungkin karena pedas. Untung saja Ken mau lauk tahu kecap. Ken pun tampak lahap. Kira-kira Ken habis lima sendok. Papa mama lauknya telur asin dan kuah sarimi.

Sehabis sahur, Ken bersama papa mama salat berjamaah di Masjid Margo Rahayu, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Papa, mama, dan Ken naik sepeda motor Pakde Sigit menuju masjid.

Saking semangatnya papa ke masjid bareng Ken dan mama, kaki papa nyamplak pelat nomor belakang. Jari jentik kaki papa pun berdarah. Alhamdulillah.. darah cepat mengering. Salat subuh pun lancar.

Sepulang salah subuh, Ken sempat dikagetkan suara petasan. Ada anak-anak kecil membunyikan petasan sehabis salat subuh. “Dooor,” bunyi petasan. “Duh, kaget aku,” kata Ken.

Ken melihat serombongan anak-anak yang jalan kaki. Di antara merekalah yang membunyikan petasan. Sepeda motor terus melaju menuju rumah. Ken kelihatan senang bisa sahur dan salat subuh berjamaah.

Di rumah Ken beraktivitas seperti biasa. Dia langsung ambil buku gambar, lalu membuat lukisan. Ken menggambar pemandangan alam, ada rumah dan sinar mataharinya. “Melukis ya Ken,” kata papa.

“Iya. Sana jangan lihat dulu,” kata Ken.

Ken ingin membuat kejutan. Sambil tiduran di ruang tamu, papa menunggu kejutan dari Ken. Benar saja, Ken menghampiri papa menunjukkan hasil menggambarnya. “Wah bagus banget, Ken,” kata papa. “Warna warni warnanya,” jawabnya.

Sehabis itu Ken tetap beraktivitas. Sementara papa dan mama klekaran. Papa pun ketiduran. Pukul 09.30 WIB, pas papa bangun, Ken masih bermain. Ken gak tidur, maunya bermain. Akhirnya papa mama membuat acara main ke rumah Mbah Basir.

Ken mau diajak ke rumah Mbah Basir kalau dibelikan jajan. Kita bertiga pun mandi terus meluncur ke rumah Mbah Basir di Piyungan. Acara minggu itu diakhiri menengok burung puyuh peliharaan Mbah Basir.

Puyuh Mbah Basir jumlahnya 1.000 ekor. Setiap hari Mbah Basir memanen 1 kilogram telur puyuh. Jumlah ini masih sedikit, diperkirakan terus bertambah. Mbah Basir baru dua minggu memelihara burung puyuh, jadi belum bertelur semuanya. Semoga telur puyuhnya berlimpah Mbah.. Aamiin.

Sehabis melihat-lihat kandang burung puyuh, papa mama dan Ken pulang ke rumah. Tidak lupa papa mama dan Ken mampir ke warung yang menjual menu makanan untuk buka puasa. Ken minta dibelikan ayam goreng tepung. Mama beli dua mangut lele, seplastik lodeh, enam tahu susur, satu es sirup, dua kolak, dan dua kacang bawang.

Tiba di rumah, nunggu 30 menit, terus adzan magrib. Papa mama pun buka puasa. Ken juga duluan buka puasanya. Meskipun Ken ikut sahur, tapi dia belum berpuasa penuh. Tapi Ken seharian hanya makan bakmi goreng pada pagi hari agak siang.

Lainnya hanya makan camilan. Habis papa makan buka puasa, lalu menyuapi Ken makan lauk ayam goreng tepung hingga kenyang. Ken pun tidur pulas pada malam harinya. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *