KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Home News Travel

Nonton Wayang Kulit.. Eee Pengin Mewarnai Kuda Poni

Juru Catat Kenjagatparahita.ID, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, KLATEN – Ken Jagatparahita senang sekali bisa melihat kesenian tradisional wayang kulit di kampung Mbah Putri, Klaten, Rabu (9/5/2018). Berangkat bareng kakak-kakaknya di kampung, Ken keliling melihat-lihat beragam dagangan dan permainan yang meramaikan pergelaran wayang kulit.

Satu di antara stand dagangan dan permainan, Ken tertarik melukis. Ceritanya ada pedagang yang menawarkan jasa mewarnai. Si pedagang ini menyediakan eternit yang sudah dipotong-potong ukuran kertas fulio, sekitar 21 cm x 33 cm. Pedagang mematok tarif Rp10 ribu per lukisan.

Ada banyak gambar yang sudah disketsa di papan eternit. Semua terkait cerita anak-anak. Ken malam itu tertarik mewarnai kuda poni. Ken mewarnai kuda poni menggunakan cat yang sudah dipersiapkan pedagangnya. Hasil mewarnai Ken boleh dibawa pulang, bisa ditempel di dinding. Papan eternit tersebut sudah dipasangi cantolan kawat.

Hari itu membahagiakan. Apalagi, hari itu pas ada perayaan ulang tahun ke-79 Mbah Putri. Kedatangan Ken ke Klaten sebenarnya memang menghadiri perayaan ulang tahun Mbah Putri. Kebetulan saja, waktu itu juga ada pergelaran wayang kulit. Pergelaran wayang kulit ini agenda tahunan menyambut tradisi nyadran menjelang Ramadan.

Papa waktu itu mengajak mama dan Ken pulang ke Klaten. Berawal dari pesan Bude Atik lewat whatsapp, dimana sudah disiapkan acara makan-makan merayakan ulang tahun Mbah Putri. Simbah bakal senang kalau cucu-cucunya bisa datang.

“Ken mau ke rumah Mbah Putri?” tanya papa. “Mau,” jawabnya.

Malam itu papa lantas meminta mama menyiapkan segalanya. Termasuk izin sekolah sehari saja. Kebetulan Ken sudah pentas perpisahan dengan teman-temanannya. Ken mau naik kelas ke TK B. Rasanya izin sehari tak apa-apa. Akhirnya mama mengajukan izin tidak masuk sehari karena keperluan keluarga.

Ken terpaksa izin sehari karena perjalanan ke Klaten ditempuh menggunakan sepeda motor. Ken inap sehari di Klaten. Tak mungkin Ken datang di Klaten, langsung kembali ke Yogyakarta. Jadi, Ken terpaksa izin sekolah sehari saja.

“Besok naik sepeda motor saja ya, Ken,” tanya mama. “Iya naik sepeda motor saja,” jawabnya.

Ken berangkat ke Klaten naik sepeda motor. Tidak lama, cukup 1,5 jam perjalanan. Sampai di Delanggu, Ken berhenti dulu di minimarket beli es krim kesukaannya. Setelah itu, Ken melanjutkan perjalanan ke rumah Simbah yang hanya butuh waktu sekitar 10 menit lagi.

Ken akhirnya bisa bermain bersama kakak-kakaknya di kampung, merayakan ulang tahun Mbah Putri, dan melukis di area pergelaran wayang kulit. Senangnya Ken hari itu…

Ken menginap sehari. Lalu pulang ke Yogyakarta. Ken kecapaian. Ken masuk angin. Sempat muntah beberapa kali. Alhamdulillah.. masuk anginnya cepat sembut. Dua hari Ken tak bisa ke mana-mana. Bahkan, papa mama sempat mengajak Ken ke rumah Mbah Basir. Sampai Kotagede, Ken muntah pas mampir di sebuah minimarket. Akhirnya mama papa pulang lagi. Di tengah perjalanan, sebelum sampai rumah, Ken muntah lagi.

Papa mama memutuskan Ken istirahat dulu sampai sembuh. Dua hari Ken sembuh. Alhamdulillah.. Ken kembali sehat. Dan pas sehat, jadwalnya minta bikin sendiri Es Kepal yang lagi ngehit. Duh.. Seperlunya saja minum esnya ya Ken. Sehat selalu.. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *