KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation News School

Ken Cantik Sekali Sewaktu Pentas Seni, Papa Mama Pangling

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, YOGYA – Seminggu sebelum pentas seni akhir tahun TA 2017-2018, Ken Jagatparahita sudah tidak sabar. Dia pengin sekali cepat pentas seni. Ken bersama teman-temannya akan menari di acara pentas seni bertema Guyub Rukun di sekolahnya.

KB-TK Pedagogia Yogyakarta menjadwalkan pentas seni akhir tahun pada Sabtu (5/5/2018) pagi. Ken bersama teman-temannya setiap hari latihan agar bisa memberikan penampilan terbaik saat pentas seni tersebut. “Pa besok lihat aku menari ya,” kata Ken.

“Pasti sayang. Aku akan nonton bareng mama,” kata papa.

Baca : Dolanan Zaman Now Meriahkan Pentas Seni Guyub Rukun Siswa KB-TK Pedagogia Yogyakarta; http://jogja.tribunnews.com/2018/05/05/dolanan-zaman-now-meriahkan-pentas-seni-guyub-rukun-siswa-kb-tk-pedagogia-yogyakarta.

Hari terus berlalu. Tak terasa sudah H-1 pentas seni. Malam sebelum tidur, Ken sudah kepengin cepat pagi. Dalam hati, bangga melihat Ken semangat tampil di depan orang banyak. Setidaknya dia punya keberanian menunjukkan keterampilannya menari.

Tak terasa. Hari sudah berganti. Pagi hari. “Ken ayo cepat mandi agar tidak terlambat,” ajak papa. “Ayo.. Tapi gendong pa,” jawabnya.

PapaKen pun menggendong Ken menuju kamar mandi. Mama sudah menyiapkan air hangat buat mandi Ken. Papa mandikan Ken, sementata mama menyiapkan segala sesuatunya, termasuk sarapan.

Ken semangat sekali. Gebyur..gebyur.. gebyur.. Akhirnya Ken selesai mandi. Ken kemudian ganti baju dilanjut sarapan. Papa dan mama pun seiring sejalan menyiapkan segalanya agar tidak terlambat sampai sekolah.

Ken yang biasanya sering terlambat ke sekolah, kali ini tepat waktu. Semangat Ken ikut pentas seni ternyata bisa membuat berangkat ke sekolah tidak terlambat. Hehehe..

Penuh percaya diri, Ken sudah berdandan seragam menarinya sejak dari rumah. Sudah waktunya. Ken pun diantar papa mama ke sekolah. Sekitar 20 menit perjalanan, Ken sampai di sekolah sekitar pukul 07.15 WIB. Ken langsung menuju kelas.

Mama lalu sibuk menyiapkan suvenir buat orangtua murid. Kebetulan mama Ken panitia acara pentas seni. Dia bersama mama-mama lainnya terlibat sebagai penerima tamu.

Papa pun mengisi buku tamu, lalu mendapat snack dan suvenir celengan khas Pedagogia Yogyakarta. Papa pun menuju barisan paling depan. Belum ada siapa-siapa. Masih sepi, hanya ada satu ibu yang datang.

Papa sibuk main handphone menunggu pentas dimulai. Tak terasa papa mama lainnya sudah pada berdatangan. Tak lama kemudian, pendapa Pedagogia Yogyakarta sudah penuh wali murid yang mau menyaksikan pentas seni.

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB. Siswa KB-TK Pedagogia Yogyakarta keluar dari kelas. Mereka berbaris rapi menuju pendapa. Bu guru kelihatan sibuk menata para siswa. Suasana ceria tampak terlihat sekali. Hilir mudik anak-anak kegirangan mewarnai pendapa.

Para siswa setiap kelas diarahkan menuju panggung untuk sesi foto bersama sebelum pentas seni. Saat ada pengumuman kelas Kresna agar menuju panggung, papa langsung bersiap. Siswa Kresna pun kelihatan kompak sekali.

Mereka memakai seragam pentas seni. Papa sempat bingung mencari di mana Ken. Kok gak kelihatan. Papa lihat-lihat juga tak kenemu. Ternyata Ken wajahnya sudah lain karena terpoles bedak. Ken dan teman-temannya memang berdandan. Mereka semua kelihatan cantik-cantik dan ganteng-ganteng.

Papa cermati lagi. Wadalah.. Akhirnya ketemu. Ken kelihatan beda. Cantik sekali. Ken ini belum pernah dandan begituan, sehingga mama dan papa sempat pangling. Hehehehe..

Jepret..jepret.. Papa pun mendokumentasikan foto bersama kelas Ken. Selepas sesi potret, Ken kembali ke barisan siswa. Tak lama kemudian, pentas seni pun mulai, diawali sambutan Kepala Sekolah KB-TK Pedagogia Yogyakarta, Nuwu Ningsih, dan perwakilan komite sekolah.

Pentas seni dimulai. Mereka memainkan drama musikal Dolanan Zaman Now. Drama musikal ini berkisah tentang anak-anak masa kini yang suka main smartphone ketimbang bermain dan bersosialisasi bersama teman-teman seusianya.

Begitu pula orangtua zaman now yang lebih mementingkan main smartphone ketimbang beraktivitas bersama anak-anaknya. Para orangtua yang menonton pun merasa tersindir oleh drama musikal tersebut.

Drama musikal ini banyak perannya. Ada yang berperan mainan dakon, jamuran, dan cublak cublak suweng sebagai simbol permainan tradisional. Sementara ada sebagian anak yang bermain smartphone.

Ken kebagian kelompok yang memainkan tari-tarian untuk memeriahkan drama musikal. Ken kelihatan hapal betul gerakan-gerakan tariannya. Papa pun mendokumentasikan Ken saat menari. Tapi… papa kesal sekali. Pas Ken hendak selesai menari, handphone papa drop. Video menari Ken hilang karena belum tersimpan.

Tapi papa mama bahagia. Lihat Ken bisa tampil maksimal. “Pinter juga narinya ya ma,” bisik papa kepada mama. “Hiya.. Hahahahahaha,” jawab mama.

Tak lama pentas selesai. Ken mendatangi mama. Papa pun lalu mendekat dan memeluk Ken. “Bagus sekali narinya,” kata papa. Ken pun menanggapi dengan senyuman atas sanjungan papa.

‘Pa aku main dulu ya,” izin Ken. “Boleh,” kata papa.

Ken pun lantas menuju area mainan berbaur dengan teman-temannya. Saat hendak pulang, papa minta mama meminta dokumentasi wali murid lain.

“Ma mintain video dari wali murid lain ya.. Hapeku tadi drop pas memvideo penampilan Ken,” kata papa. “Gampang pa, nanti tak mintakan teman-teman,” jawab mama.

Pas pulang dari acara pentas seni, Ken pun mendapat hadiah dari papa. Dua buah apel, bonus minuman dan camilan kesukaannya. Semangat Ken! (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *