KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Home News Travel

Senangnya Beli Ikan Hias di Pasthy

IKAN HIAS – Ken Jagatparahita mejeng di samping akuarium miliknya, Senin (29/01/2018).

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Ken Jagatparahita semangat berjalan kaki menuju kios pedagang ikan hias. Senyumnya menyembul, ceriwisnya minta ampun. Intinya senang banget mau beli ikan hias di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy).

Pasthy berada di Jalan Bantul, tak jauh dari Pedagogia Yogyakarta, tempat Ken menuntut ilmu. Sebelum berangkat ke sekolah, Senin (29/01/2018) pagi, Ken minta dibelikan ikan hias.

Ken sudah beberapa kali beli ikan hias, tapi selalu mati. Sebab, dia tak punya bak kaca tempat memelihara ikan. Biasanya ikan hias ditaruh di toples plastik. Tempat ikan yang tak representatif ini bikin airnya cepat kotor. Ikan jadi tak sehat dan akhirnya mati.

“Pa nanti beli ikan hias ya. Pulang sekolah,” katanya. “Ya,” jawab papa.

Ken kali ini tak hanya beli ikan hias, tapi juga dibelikan akuarium mini sekaligus mesin gelembungnya. Setidaknya ikannya betah dipelihara Ken. hehehe..

Ken senangnya bukan main punya ikan hias. Dia beli enam ikan hias; satu ekor ikan koi, tiga ekor ikan merah kecil, dan dua ikan putih bentuknya kayak ikan cebong (maaf; gak tahu detail nama ikannya).

Total belanja ikan hias dan perlengkapannya, termasuk pakan ikan kemasan kecil, ternyata terjangkau, Rp50 ribu bonus pohon plastik. Belanja ikan hias ini tak berlangsung lama, langsung bungkus lalu pulang ke rumah.

“Ayo pa ikannya ditaruh akuarium,” kata Ken ketika tiba di rumah. Tampaknya dia kebelet bermain sama ikan hiasnya.

‘Ayo.. tapi akuariumnya kita cuci dulu yuks..,” kata papa.

Papa dan Ken lantas kerja sama bersihkan akuarium. Ken bersihkan akuarium, papa siapkan batu putih sisa bangun ruang kerja.

Papa arahkan Ken agar mencuci akuarium pakai sabun, lalu digosok merata. Ken juga bersihkan batu putih. Tak lama, akuarium tampak bersih. Ken menuangkan air ke akuarium, kemudian menaruh semua batu putih ke dalamnya.

Setelah siap, ikan hiasnya dimasukkan ke akuarium. Papa lalu membawanya keluar dan menaruh akuarium di samping kiri televisi. Papa bantu pasang mesin gelembungnya.

“Pa kasih makan pa..,” pinta Ken. “Ya sudah kamu masukan peletnya,” jawab papa.

Ken kemudian memasukkan pelet ke akuarium. Ikan hiasnya pun meresponsnya dengan semangat. Dilahapnya semua pelet pemberian Ken. Kini, Ken punya kesibukan baru, memelihara ikan hias. Hari pertama, Ken rajin kasih makan ikan hias.

Seperti biasanya, kalau Ken punya ikan hias, dia main tangkap-tangkapan. Kebetulan, Ken juga beli jaring ikan mini. Alat itu dipakai Ken nangkap ikan hilas, lalu memegangnya, terus melepaskan lagi ke akuarium.

Hari kedua, ikan hias mati satu. Tak tahu penyebabnya apa, yang jelas pagi-pagi ikan hias mati. Hari kedua, ikan yang lainnya mati. Saat tulisan ini dibuat, ikan hias ken tinggal empat.

Mudah-mudahan ikan hiasnya mau dipelihara semuanya, hidup sehat dan menghibur Ken sekeluarga. Aamiin.

Ken, jangan lupa rutin kasih makan ikan ya! (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *