KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News Travel

Setelah Wisata ke Candi Borobudur, Kak Arga Inap di Rumah Ken

BERGAYA – Ken Jagatparahita foto bareng Kak Arga dan Pakde Sigit, Minggu (28/12/2017) di depan rumah Ken.

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Ken Jagatparahita kepengin cepat pagi, Selasa (26/12/2017), malam. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, tapi Ken belum kantuk. Dia merasa tak bisa tidur karena ingin segera bertemu rombongan Kak Arga.

Kak Arga memang mau menginap di rumah Ken setelah wisata di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/12/2017). Borobudur didirikan penganut Buddha Mahayana sekitar abad ke-8 masehi. Candi berbentuk stupa ini dibangun pada pemerintahan wangsa Syailendra.

Kak Arga kepengin sekali lihat candi termegah di Indonesia ini. Dia ingin merogoh patung di dalam stupa. Wisata candi ini menu wisata utama Kak Arga selama liburan ke Jawa, selain sowan Mbah Putri di Klaten.

“Pa besok Kak Arga jadi inap di sini (rumah Ken, Red) kan?” tanya Ken sambil tiduran. “Jadi, makanya tidur biar cepat pagi,” kata papa. “Saya pengin cepet subuh,” ungkap Ken.

Papa terus “pukpuk” pantat Ken sambil “nyetnyet” kakinya agar cepat tidur. Tak lupa mengoles minyak kayu putik pada kaki, tangan, perut, dada, dan punggung Ken agar hangat. Cukup lama Ken mencoba tidur, hingga akhirnya pulas sekitar pukul 00.15 WIB.

Ken bangun pagi, lalu masuk kamar papa. “Pa bangun pa..,” teriaknya. Ken memang sering membangunkan papa. Kali ini ada hal berbeda, karena hendak menunggu Kak Arga. “Kak Arga tiba nanti sore atau malam Ken,” kata papa.

Hari berlalu begitu cepat. Siang hari papa berangkat kerja, Ken dan mama di rumah mengelola bisnis jasa pengiriman. Sore hari, papa dapat kabar dari mama, kalau rombongan Kak Arga tiba di rumah Ken sekitar pukul 21.00 WIB. “Pa beli tempe dan tepung terigu ya,” kata mama lewat aplikasi Whatsapp.

Selesai kerja, papa langsung pulang mampir di Pasar Giwangan. Tidak lama, papa langsung menuju rumah Ken. Pas tiba di depan rumah Ken, rombongan Kak Arga tiba. Ada Pakde Sigit, Bude Irna, Bude Atik, Mas Mukhlis, dan Mbak Gina.

Tahu rombongan Kak Arga tiba, Ken lunjak-lunjak kegirangan. Ken langsung main sama Kak Arga. Saking senangnya, Ken tak mau tidur. “Aku mau tidur kalau sudah subuh,” katanya.

Tidak menyangka, rombongan Kak Arga bawa banyak makanan. Tempe Pasar Giwangan pun tak laku. “Tempene disimpen ae, nggo sesuk esuk (tempenya disimpan dulu saja, buat besok pagi),” kata Bude Atik.

Rombongan Kak Arga pun sudah pada lelah. Ken sibuk main dengan Kak Arga, sedangkan lainnya ngobrol ngalor-ngidul. Tidak terasa waktu sudah larut malam. Saatnya ambil posisi tidur. Ken akhirnya juga mau nglekar juga.

Ken tidur di kamarnya. Bude Atik tidur di kamar papa. Kak Arga, Pakde Sigit, Bude Irna, tidur di ruang tamu. Mas Muklis dan Mbak Gina malah pilih tidur di kamar baca pakai tenda. Sedangkan papa tidur di ruang depan.

Semua pada pulas tidurnya. Bude Atik tidur sampai ngoroknya bergetar-getar.. hahahaha… Papa dan Pakde Sigit tidur belakangan. Papa dan Pakde Sigit jagongan dulu sampai pukul 03.00 WIB. Tidak terasa matahari sudah bersinar terang.

SATE KLATAK – Rombongan Kak Arga menyantap menu sate klatak di Imogiri, Minggu (28/12/2017).

Kamis (28/12/2017), rombongan Kak Arga melanjutkan perjalanan “Jejak Obama” ke Puncak Becici (Bantul) dan Candi Prambanan (Sleman). Setelah sarapan, rombongan Kak Arga melanjutkan jagongan bersama dan siap-siap.

Rombongan mengawali perjalanan menuju warung sate klatak Pak Pong di Imogiri. Ken sekeluarga tak ikut lantaran papa harus segera kerja, sementara mama tak mau ikut karena belum mandi.

Ndilallah… tas Bude Atik ketinggalan. Akhirnya papa antar ke warung sate klatak. Tiba di warung sate, satu porsi klatak dan segelas es teh sudah siap. Papa pun langsung melahapnya. Tak lama, makanan habis dan rombongan Kak Arga segera berangkan ke Puncak Becici.

“Lis bawa sate ya buat Ken dan Yuni,” kata Pakde Sigit. “Ya mas,” jawab papa.

Tak lama berselang, pramusaji warung sate klatak datang membawa dua porsi klatak dan satu porsi tongseng. “Wah makasih Pakde Sigit,” kata papa.

Rombongan Kak Arga menuju mobil bersiap ke Puncak Becici, papa langsung pulang mengantar sate klatak. Sampai rumah, Ken langsung girang dan minta satu sunduk untuk digado. Ken ini sebenarnya kepengin sate klatak sejak dia sakit panas tiga minggu sebelumnya.

Karena minum obat, mama papa tak menuruti permintaan Ken. Jadi, Ken senang banget dapat pemberian sate klatak dari Pakde Sigit. “Dah, papa kerja dulu ya Ken,” papa pamitan. “Iya, pulangnya jangan malam-malam ya,” jawab Ken.

Waktu berjalan begitu cepat. Kamis malam, sekitar pukul 20.42 WIB, Pakde Sigit menghubungi papa lewat Whatsapp. “Wis trkan omah delanggu lis…suwun ya,” katanya.

“Oke mas. Makasih.. sama-sama,” jawab papa.

Rombongan Kak Arga dah pulang ke rumah Mbah Putri. Ken kini kembali ke rutinitasnya. Hanya ada papa dan mama di rumah. Tradisi ngeyel-ngeyelan keluarga Ken mulai hidup lagi. Dan, kami bahagia menikmati bahtera rumah tangga ini.

Terima kasih untuk semuanya… keluarga besar Suyamto Pronodarmojo! (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *