KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Article

Ken Bergelut Melawan Sakit Panas dan Batuk

ANTRE DOKTER – Ken Jagatparahita ditemani papa antre dokter untuk periksa sakit panasnya, beberapa waktu lalu,

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Ken Jagatparahita ngebet banget mau berenang. Satu hari sebelumnya, siswa Pedagogia Yogyakarta ini sudah mengajak-ajak papa mama. Di luar dugaan, pas mau berangkat berenang badannya anget. Inilah awal Ken sakit panas dan batuk-batuk.

Papa dan mama sempat khawatir karena panasnya tinggi hingga tubuh Ken sempat kaget-kaget atau mungkin itu yang dimaksud kejang. Awalnya Ken cuma bilang, “Pa kaget tuh”.

Waktu itu cuma tangannya. Lalu kakinya. Hingga akhirnya tubuhnya. Papa langsung mengangkatnya, memanggil mama, lalu meminumkan obat penurun panas. Alhamdulillah, panasnya berangsur turun.

Kisah Ken panas ini baru kali pertama yang sampai dia terkaget-kaget. Papa mama cemas dan sempat panik. Sekitar tiga atau empat malam papa mama tidak nyenyak tidur, menjaga Ken. Alhamdulillah… dokter Ken memeriksanya dua kali, dan akhirnya sembuh. Syukurlah ya Allah… senang banget Ken bisa main lagi.

“Hore aku sudah sembuh,” kata Ken sewaktu dirinya sudah sehat dan bisa bermain lagi.

Kisah ini terjadi sekitar minggu pertama Desember 2017, tetapi baru sempat ditulis ceritanya pada Jumat (22/12/2017). Ceritanya berawal saat Minggu pagi, cuaca terasa sangat cerah. Setelah empat hari berturut-turut, DIY dilanda cuaca ekstrem. Hujan deras sepanjang hari mengguyur dan memicu banjir di mana-mana. Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dilanda banjir dan longsor.

Setelah cuaca ekstrem reda, Yogyakarta panas. Kala itu Minggu siang, sekitar pukul 11.00 WIB, Ken sekeluarga berenang di Galaxy, Jalan Wonosari Yogyakarta. Ini kali pertama kami berenang di Galaxy. Kita ingin mencoba wahananya yang cukup menarik buat anak-anak.

Ken yang waktu itu badannya anget dikira hanya peningkatan suhu badan biasa saja. Ken tidak menunjukkan dirinya sedang tidak enak badan. Dia selalu ceria dan semangat banget berenang.

Hingga kami tiba di Galaxy, Ken senang sekali. Dia langsung lepas jaket dan bersiap berenang. Baju renang sudah dipakainya di rumah. Ken senang sekali. Dia mencoba beberapa wahana, semisal plorotan. Ya.. Ken memang suka plorotan.

Tidak dinyana, Ken merasa kedinginan sekali. Ken mungkin hanya merasa kedinginan biasa karena airnya memang dingin. Tapi dia masih semangat. Bahkan, Ken minta es krim. Papa mengira ini hal biasa. Setelah Ken makan es krim, dirinya menggigil kedinginan. Mama lalu mengajak Ken mandi dan ganti baju, lalu pulang.

Papa mama mampir ke rumah Mbah Basir karena lokasinya dekat dengan Galaxy. Di rumah Mbah, badan Ken panas dan tidak mau makan. Papa memutuskan mengajak pulang karena obat penurun panasnya ada di rumah. Sampai rumah sore, Ken minum obat penurun panas. Semakin malam panasnya tidak henti. Bahkan, Ken muntah-muntah.

TIDUR – Ken Jagatparahita tertidur di saat dia sakit panas dan batuk, beberapa waktu lalu.

Ken muntah puluhan kali, hingga papa mama cemas. Ken pun tidak bisa tidur pulas. Pagi harinya, papa mama memutuskan menunggu dokter langganan Ken buka. Dokternya baru praktik pukul 17.00 WIB. Kemudian, papa mengajak mama pergi ke klinik saja, memanfaatkan BPJS.

Di klinik ini, Ken tidak ditangani semestinya. Hanya diwawancara keluhannya apa, lalu dikasih obat. Seakan kami datang hanya butuh obat doang, tidak butuh layanan observasi atau sentuhan si dokter perempuan kala itu. Papa mama tidak merasa puas atas layanan si dokter.

Cuma waktu itu papa mama di hadapkan pilihan sulit. Ken sudah diberi obat dari klinik dan sudah langsung diminum. Ada satu obat yang sudah dicampur penurun panas. Padahal, waktu itu Ken badannya sangat panas. Sayang, papa mama tak mengerti berapa derajat celcius karena tidak punya termometer.

Saat itulah Ken panasnya hingga terkaget-kaget tubuhnya. Hingga akhirnya papa nekat meminumkan obat penurun panas karena melihat Ken sudah terkaget-kaget terus. Waktu semakin sore, dan papa mama langsung membawanya ke dokter langganan. Dokter memeriksa, dan diberikan obat antimuntah dan antibiotik. Obat penurun panasnya masih meneruskan punya Ken.

Sekitar empat hari Ken bergelut melawan sakitnya. Hari kedua, Ken sudah tidak muntah, panas tubuhnys naik turun. Hari ketiga masih panas dan mulai doyan makan. Hari keempat Ken sudah membaik. Lebih kurang seminggu, Ken baru benar-benar merasa sehat, tinggal batuk-batuk doang. Minggu kedua batuknya sembuh, dan Ken akhirnya sehat. Papa mama senang sekali lihat Ken sehat.

Kalau sehat, usil dan cerewetnya mulai seperti biasanya. Hahahahahaha…. alhamdulillah.

Setelah Ken sehat, giliran papa malah sakit. Masuk keluar klinik hingga dua kali tidak sembuh. Coba dokter lain, tidak sembuh. Kemudian kembali ke klinik, dan ditangani dokter keempat, penyakit papa sembuh. Pas papa sembuh, giliran mama sakit. Masuk angin kayaknya, kerokan beberapa kali. Haduh.. Ya Allah, beri keluarga kami
keselamatan dan kesehatan. Aamiin! (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *