KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News Travel

Aku Senang Sekali Bisa Main Pasir Bersama

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, KLATEN – Ken Jagatparahita senang sekali bisa main pasir bersama kakak-kakaknya di halaman rumah Mbah Putri, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (3/7/2017) siang.

Ken main bareng mbak Putri, mbak Salma, dan mbak Najwa. Mereka berempat kelihatan sibuk mengeruk pasir dimasukkan mangkuk. Wah, padahal mangkuknya biasa buat makan, eee.. malah diambil Ken buat main pasir. Hehehe

“Pa aku senang bisa main bareng mbak Putri, mbak Salma, dan mbak Najwa,” kata Ken saat mandi sore. Ken merasa gembira bisa ngaduk-ngaduk pasir. Biasa, rumah Ken sudah tidak ada pasir. Halaman rumah Ken di Bantul, DIY, sudah penuh semen dan batu.

Liburan Ken di rumah mbah Putri ini di luar dugaannya. Tak ada pembicaraan sebelumnya, kalau papa mama mau ke rumah mbah. Kebetulan, pakde Sigit pulang kampung, jadi papa mama mengajak Ken main ke rumah mbah agar ketemu pakde Sigit.

“Ken, pakde Sigit ke rumah mbah Putri lho.. Mau gak ke rumah mbah Putri?,” tanya papa kepada Ken. “Mau,” jawabnya.

Papa mama pun langsung bersiap motoran ke rumah Mbah. Awalnya, hanya papa yang hendak main ke rumah Mbah. Tapi, mama dan Ken ternyata mau ikut. Akhirnya Ken sekeluarga berangkat Sabtu malam, setelah papa pulang kerja.

Ken sekeluarga berangkat ke rumah Mbah sekitar pukul 21.00 WIB. Sampai di rumah Mbah sekitar pukul 22.30 WIB. Tiba rumah Mbah, pintunya kancingan. Ternyata pakde dan bude sedang bakar-bakar sate di rumah Bude Herni.

Langsung deh, cus ke rumah bude yang jaraknya hanya selemparan batu anak kecil. Dekat sekali. Kita datang pas satenya habis. Akhirnya suasana yang mau bubar itu batal. Bude Herni lalu siapkan lagi daging sapi untuk dibakar agar Ken sekeluarga bisa menikmatinya.

Sejumlah tusukan daging ready dan dibakar mas Alam dan mas Arul. Tak butuh waktu lama, sate matang. Mulailah Ken sekeluarga menikmati suasana Idul Adha. Makan daging kurban. Hahahaha… Tapi Ken tak mau makan daging. Dia asyik sendiri main bareng mas Ilham dan bercandaan sama Bude Rum.

Papa yang lahap makan sate bumbu kecap campur lombok dan merica. Sedangkan mama makan daging tanpa nasi. Nyam..nyam..nyam… ludes deh..

Tak terasa waktu sudah larut malam. Pakde Ndoko dah ngantuk. Ken juga dah pulang ke rumah Mbah duluan bareng Bude Rum. “Papaaaaaaa…Papaaaaaaa… pulaaaaaaaang….,” teriak Ken memecah heningnya suasana malam lapangan Kahuripan. Ia berteriak berulang-ulang. “Papapaaaaaaa,” teriaknya.

Tak lama kemudian, papa, bude Atik, pakde Sigit pulang ke rumah Mbah. Acara bakar-bakar sate pun tuntas tas tas…

Ken cepat tidur malam itu. Mungkin dia capai karena menempuh perjalanan jauh. Lelap tidurnya. Bangun pagi hari, Ken pun tampak ceria. Dia bisa menikmati suasana desa Minggu pagi di rumah simbah dan bertemu kakak-kakaknya.

Kesana-kemari main-main bareng kakak-kakaknya. Pagi hari, Ken main sama mbak Putri. Main bandulan, main ke kebun, lihat kucing, hingga main bakmi-bakmian yang dibikin dari kertas warna warni dan sedotan plastik. Mbak Putri kelihatan sayang ma Ken.

Beberapa kali mbak Putri mengambilkan sandal miliknya agar dipakai Ken sewaktu main di halaman. “Ken.. Ken… pakai sandal. Tak ambilkan. Nih..,” ungkap dia sambil menyodorkan sandal miliknya ketika Ken hendak main bandulan di depan rumah simbah.

Ken main seharian sampai lupa tidur siang. Mbak Salma dan mbak Najwa baru datang siang hari, hingga akhirnya mereka main pasir berempat. Meriah sekali mereka bermain bersama. Empat bersaudara…

Tak terasa waktu sudah sore. Ken dan kakak-kakaknya berhenti bermain. Mbak Salma dan mbak Najwa pulang ke rumahnya. Sementara Ken dan mbak Putri bersiap mandi sore. Ken mandi lalu siap-siap pulang ke Yogyakarta. Setelah Magrib, Ken sekeluarga pulang ke Yogyakarta.

Brem..brem.. Brem… naik motornya Pakde Sigit. Da..da ..da..da…. Kapan-kapan main ke rumah Mbah Putri lagi ya, Ken! (*)

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *