KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Creation Home News

Merangkai Lukisan dan Benda Bagai Kurator Pameran Seni

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KARYA SENI – Ken Jagatparahita memperlihatkan karya yang ditempel di dinding kamarnya, Rabu (2/8/2017) malam.

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Dinding kamar penuh kertas, balon, crayon, hingga kalkulator. Barang-barang itu ditempelkan di dinding pakai selotip. Ruang kamar pun seakan- akan berubah bagai ruang pamer karya seni.

“Hasil karya Ken,” chat mama ke whatsapp papa pada suatu sore. Mama memperlihatkan foto karya Ken yang bentuknya manusia. Gabungan kertas bundar, kotak, dan segi empat. Gambar itu dikirim pada 1 Agustus 2017 sekitar pukul 15.14 WIB.

Kamis (3/8/2017), gambar itu masih nempel di dinding ruang kamar Ken. Sebelumnya, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 20.00 WIB, mama kirim foto dinding kamar yang penuh karya Ken. “Ken ini apaan sih, emang Ken mau ngapain tho?” tanya papa. “Ini belajar,” jawabnya singkat.

Apa yang ditempel di dinding memang semuanya karya Ken. Ada gambar bentuk manusia yang dibuatnya di sekolah, ada gambar mobil truk, balon, bunga, hingga pasangan suami istri beserta seorang bayinya.

“Wah, Ken mau jadi kurator lukisan ya?” canda papa. “Iya.. hahahahaha,” jawabnya. Tampaknya Ken asal jawab saja karena dia belum ngerti apa itu kurator.. hehehehe

Apa itu kurator? sebagaimana dikutip dari situs id.jobsdb.com, kurator adalah seseorang yang bertanggung jawab atas keberadaan barang berharga. Dia bertanggung jawab atas keberadaan bukti sejarah. Bahkan, dia bertanggung jawab atas kesuksesan sebuah pameran.

Kurator di Indonesia masih sangat sedikit. Masyarakat umumnya masih awam soal profesi ini. Kurator itu profesi setingkat manager atau supervisor. Kurator bertugas menjaga, mengumpulkan, menata, bahkan menentukan barang apa saja yang boleh ditampilkan dalam museum atau pameran seni.

Di dunia seni rupa, kurator bekerja ibarat seorang produser sekaligus sutradara. Seniman bisa membuat karya yang menurutnya hebat. Tapi, jika kurator tidak menginginkan karya itu dalam pameran, maka karya yang dianggap hebat itu tidak akan ditampilkan.

Awal sejarahnya, kurator berkerja untuk menata koleksi museum. Entah koleksi itu barang bersejarah atau artefak seni dan budaya. Waktu berselang, pekerjaan kuratorial merambah ke kancah pameran seni rupa.

Belakangan, muncul istilah kurator independen. Tetapi kurator independen ini tak memiliki jaringan luas sehingga seringkali mengadopsi pola kerja kurator mainstrem. Hal tersebut memunculkan kekecewaan mendalam, kemudian memunculkan istilah “artis kurator”, dimana sang seniman sendirilah yang berperan ganda sebagai kurator.

“Ma, biarkan saja Ken mau nempel-nempel karyanya di dinding. Tidak usah dimarahi. Biarkan dia berimajinasi dan berekspresi semaunya,” pinta papa kepada mama.

Akhirnya, hingga tulisan ini dibuat, karya Ken masih menghiasi kamarnya. Hmmm… kayak tidur di museum ya.. hahahahaha.. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *