KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Home News

Pergi ke Bengkel Perbaiki Sepeda Angin

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

BENGKEL – Ken Jagatparahita saat berada di bengkel sepeda, Jalan Imogiri Timur Km 7 Yogyakarta, Sabtu (29/7/2017).

KENJAGATPARAHITA.ID, BANTUL – Ken sudah tiga harian tidak bisa main sepeda. Ban belakangnya kempes. Sempat dipompa berkali-kali, tapi kempes lagi. Ternyata, ban sepeda bocor dan harus dibawa ke bengkel.

Setiap hari cewek mata sipit bernama lengkap Ken Jagatparahita ini merengek minta papanya ke bengkel mengurus sepedanya. Papa beberapa hari tak sempat ke bengkel karena mengurus tukang di rumah.

Hingga pada suatu siang, tepatnya Sabtu (29/7/2017), papa mengajak Ken ke bengkel. Papa dan Ken pergi ke bengkel naik sepeda motor. Sepeda angin milik Ken ditaruh di belakang, sementara Ken bonceng di depan.

Bengkel sepeda tak jauh dari rumah, sekitar tujuh menit perjalanan pakai sepeda motor dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Lokasi bengkel ini tepatnya di Jalan Imogiri Timur Km 7 Yogyakarta. “Asyiik.. sepedanya diperbaiki, nanti bisa main sepeda lagi,” kata Ken saat diajak papa ke bengkel.

Sampai di bengkel, sepeda angin Ken langsung ditangani ahlinya. Semula ahli sepeda menduga ban dalam pecah. Pasalnya, papa sempat cerita kalau suara kempesnya banter banget. Setelah dibuka ternyata hanya bocor tipis.

“Ban luar seperti ini murahan Mas. Lagian ini juga kebesaran. Mending ganti yang bagus,” katanya.

Tawaran ahli sepeda itu tak langsung diamini papa. Apalagi setelah ditanya harganya, ban dalam dan ban luar sepaket Rp47.000. Namun, papa berpikir ban luar masih bagus dan ban dalam hanya bocor tipis.

Akhirnya papa memilih untuk menambal ban dalam saja. Ban luar tidak usah ganti karena masih bagus dan bawaan dari toko sepedanya. Prinsipnya, ban dalam dan ban luar masih bisa dipakai. Ahli sepeda pun manut papa dan mulai mengerjakan aktivitas tambal ban.

Sementara itu, Ken dan papa menunggu di kursi bambu tak jauh dari sepeda yang diperbaiki. Papa dan Ken ngobrol ngalor ngidul, lalu lihat-lihat sepeda baru. Kebetulan, bengkel tersebut juga menjual sepeda anak.

Ahli sepeda tak butuh waktu lama menambal ban. Pasalnya, cara nambalnya hanya pakai lem. Beda dari teknik lain yang memakai cara bakar api. Maksudnya, ban dipanasi pakai alat berbahan besi. Cara memanasi besi itu dengan cara dibakar pakai api.

Tak terasa sepeda Ken sudah selesai diperbaiki. “Mas nanti pompanya tidak usah atos-atos. Khawatir njebluk. Lagian ban luarnya ini kebesaran,” kata ahli bengkel tadi, yang lupa nanya siapa namanya ๐Ÿ™‚ …

“Biayanya berapa pak?” tanya papa.

“Enam ribu saja,” jawab si ahli sepeda.

Papa pun tersenyum sambil buka dompet mengambil uang enam ribu rupiah. Tiga lembar uang kertas dua ribuan pun diambil dari dompet, lalu diberikan kepada ahli sepeda.” Terima kasih, pak,” kata papa sambil memberikan uang kepada ahli sepeda.

Dalam hati papa, lumayan irit. Dari pada keluarkan uang Rp47 ribu, mending Rp6 ribu. Sepeda angin Ken pun bisa menggelinding sebagaimana biasanya. Selamat main sepeda lagi, Ken! ๐Ÿ™‚

 

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *