KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

News School

Senangnya Pakai Seragam Baru

Juru Catat Kenjagatparahita.Id, PapaKen

KENJAGATPARAHITA.ID, YOGYA – Ken Jagatparahita tertawa riang lalu berlari-lari sesaat setelah mengenakan seragam batik, Senin (17/7/2017), malam. Ia mengenakan itu di rumah Wijos, daerah Tamanan, Banguntapan, Bantul. Wijos adalah penjahit mama di usaha batik.

Meski cahaya yang menyinari halaman Wijos tak seterang nyala lampu merek Phi***, Ken lari keluar dari rumah Wijos menuju lokasi papaKen parkir sepeda motor. Sinar redup cahaya bintang ditambah pancaran lampu dari ruang tamu tetangga Wijos tak mengurangi semangat Ken bersuka cita.

“Hallo papaaaaa…. Lihat seragamku baru. Bagus kan..” kata Ken.

Kala itu, Ken sangat bergembira sekali bisa memakai seragam sekolahnya. Momen itu kali pertama Ken memiliki seragam sekolah. Sebelumnya, sewaktu di PAUD Pedagogia, Ken belum mendapatkan seragam. Siswa PAUD seragamnya bebas.

Sejak naik ke TK Kecil Pedagogia Yogyakarta, Ken mendapat seragam sekolah. Setidaknya ada dua seragam, yakni seragam batik dan seragam formal warna hijau.

Soal seragam ini ada kisahnya sendiri. Sebelum ke rumah Wijos, mamaKen sempat kesal. “Duh, Wijos ki jian… masak seragam Ken belum jadi tho Pa,” kata mamaKen. “Lha terus pie, parani omahe wae si Wijos,” balas papaKen.

Seperti biasa, partner mama di usaha batik ini sering molor. Dia selalu bikin judeg. Bagaimana mama papa tidak gemas, seragam yang hendak dipakai esok pagi, belum selesai dijahit. Padahal, kain sudah diberikan sejak seminggu sebelumnya.

Akhirnya papa dan mama memutuskan pergi ke rumah Wijos. Ternyata sampai sana, seragam Ken sedang difinishing. Hasilnya, baju dan rok kebesaran. Rok berhasil dikecilin seketika. Sedangkan baju dibiarkan kebesaran karena waktunya tidak nyandak.

Ternyata, baju seragam Ken tak hanya kebesaran. Tapi juga keliru model. Hahahaha… mestinya baju Ken modelnya tak dimasukkan celana. Sehingga di sisi kanan kiri bawah ada celah njleret. Ini malah dijahit tertutup semua, jadi modelnya dimasukkan rok.

Ssstts.. Ken tak tahu kalau seragamnya salah desain. Dia sih happy banget dengan seragam barunya. Tak peduli amat dengan modelnya.  Yang penting pakai seragam. Hehehehe..  “Ma, besok habis sekolah seragamnya dikembalikan Wijos, dibenerin!” perintah papaKen.

Malam hari mama cuci seragam baru Ken. Pagi hari, seragam dah kering dan langsung diseterika. Hari kedua sekolah, Ken tetap bisa bangun pagi. Ken mandi pukul 06.00 WIB. Kali ini, Ken dimandiin papa. Setelah dilanjut sarapan, Ken bersama papa mama cus ke sekolah.  Alhamdulillah, tidak terlambat.  Ken pun masuk sekolah pukul 07.30 WIB.

Hari kedua Ken sekolah, papa mama masih mengurus Pak Tukang di rumah. Setelah itu, jemput Ken pukul 10.00 WIB, mampir beli pasir dan semen titipan Pak Tukang.

Sampai di sekolah Ken, papa main handphone dan mama merumpi dengan ibu-ibu yang bersiap menjemput anaknya. Tak lama setelah itu terdengar teriakan Ken. “Papaaaaaaaaaa,” Ken terlihat berlari menuju papa. Ken langsung merangkul papanya.

Ken pun berbisik di telinga papa. “Pa.. ayo ke Indomart. Aku belikan (permen) marshmallow,”  bisiknya.

Duh, papa pun menjawab; “Ya,” sambil bergumam “Waiki, boros,” hahahaha… Tapi papa tetap belikan Ken permen kesukaannya itu. Dia masih punya uang pemberian Bude Alifah. Alhamdulillah, duitnya papa tidak kelong. Hihihihi… bungkuuuusssssss! (*)

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *