KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Article

Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Cerita Petualangan Kenken

UPACARA BENDERA – Ken Jagatparahita bersama teman-temannya upacara bendera di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Yogyakarta, Senin (30/11/2015).

MENGENAL pahlawan. Hari ini, Rabu 1 Maret 2017, PapaKen teringat peristiwa Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. Monumen sejarah terkait Serangan Umum itu berdiri mekah di kawasan Malioboro, tepatnya depan Istana Negara Yogyakarta.

Momentum ini mengingatkan momentum pengenalan pahlawan nasional oleh para pendidik Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Laboratorium Pedagogia. Ken Jagatparahita satu di antara murid yang ikut acara itu.

Pagi yang cerah, Senin (30/11/2015), Kenken, panggilan akrab Ken Jagatparahita, berziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta bersama teman-temannya. Itulah kali pertama Kenken masuk area kuburan, tempat di mana Panglima Besar Jenderal Sudirman dimakamkan.

TMP ini merupakan tempat pemakaman bagi mereka yang berjasa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di antaranya pahlawan nasional, anggota militer, dan pejabat tinggi negara.

Kegiatan diawali dengan menggelar upacara bendera di area makam. Tampak anggota TNI mendampingi kegiatan anak-anak dalam rangka mengenalkan dan mengenang pahlawan nasional tersebut. Setelah upacara bendera, para siswa melanjutkan agenda ziarah ke makam pahlawan.

Mantap sekali kegiatan traveling edukasinya kan? hehehe… Kala itu, PapaKen dan MamaKen mengantar langsung ke makam pahlawan. Untung saja tak terlambat, padahal bangunnya agak kesiangan.. ūüôā

Kenken tak boleh ditungguin orangtua. Jadi, habis mengantar Kenken, PapaKen dan MamaKen pergi. MamaKen bersama geng orangtua siswa yang sama-sama cewek jalan-jalan cari kue.

Sedangkan PapaKen bingung cari acara, akhirnya berburu sarapan di daerah Jalan Glagahsari, tepatnya depan Universitas Teknologi Yogyakarta, tak jauh dari makam pahlawan.

Agenda Ken ziarah sekitar dua jam, pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB. Jadi, waktunya cukup panjang buat ngisi perut.

TMP Kusuma Negara merupakan bagian dari sejarah negara, lantaran di situlah dimakamkan pejuang kemerdekaan.

Tokoh nasional yang dimakamkan di TMP Kusuma Negara, antara lain, Jenderal Sudirman (Jenderal Besar Republik Indonesia zaman revolusi, Letjen TNI Oerip Soemohardjo (pelopor terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat), Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo (pahlawan revolusi, 1965).

Jenderal Sudirman adalah tokoh besar yang populer hingga kini. Jenderal Sudirman lahir 24 Januari 1916. Beliau meninggal 29 Januari 1950, pada umur 34 tahun. Dia adalah panglima besar TNI pertama.

Jenderal Sudirman lahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Jawa Tengah. Dia diadopsi pamannya yang seorang priyayi. Ketika keluarganya pindah ke Cilacap pada 1916, Sudirman kecil aktif dalam program kepanduan yang dijalankan organisasi Islam Muhammadiyah.

Setelah berhenti kuliah keguruan pada 1936, ia sempat bekerja sebagai guru hingga menduduki jabatan kepala sekolah.

Pada 1944, Sudirman bergabung dengan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, dan dia pernah menjabat komandan batalion di Banyumas.

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Sudirman melarikan diri dari pusat penahanan, kemudian pergi ke Jakarta bertemu Presiden Soekarno. Ia lalu ditugaskan mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas.

Pada 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Sudirman terpilih menjadi panglima besar.

Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi militer II untuk menduduki Yogyakarta. Sudirman pun memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan.

Gerakan Sudirman waktu itu diendus Belanda. Sudirman beserta pasukannya pun kabur dan mendirikan markas sementara di dekat Gunung Lawu. Dari tempat inilah, Sudirman sempat memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949.

Jenderal Sudirman meninggal sekitar satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Semoga nasionalisme Kenken tumbuh kokoh, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Sekokoh nasionalisme Panglima Besar Jenderal Sudirman. Amin  (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *