KEN JAGATPARAHITA

Jujur, Tertib, Sopan

Travel

Papa.. Aku Mau Naik Gajah

PAPA libur apa tidak besok? Aku mau main ke Gembiraloka Zoo. Aku mau naik gajah. Ken Jagatparahita menyampaikan keinginannya itu kepada papanya, Sabtu (25/2/2017) sore.

Kebetulan sang papa memang liburnya Minggu. Anak ini instingnya pas bener. Tahu saja kalau setiap tanggal 25, papanya gajian. Spontan saja papa mengabulkan keinginan Kenken, panggilan akrab Ken Jagatparahita. “Senang lihat hewan-hewan,” ujar Ken.

Hari cepat berlalu. Sore berganti malam, rembulan berbalut kabut. Malam itu suasana di luar sepi, remang-remang. MamaKen memanggil anak kesayangannya, mengajaknya makan malam. Sang putri Grojogan itu pun mendekat, nyam..nyam..nyamm… melahap santapan malam.

Sebagaimana biasanya, ketika Kenken makan, gadget ada ditangan. Biasanya, dia memang nonton Youtube tema anak-anak. Tidak terasa sepiring nasi ludes. Bercanda ria di kamarnya, siswi PAUD Pedagogia ini pun lama-lama merasakan ngantuk. Sssssts.. akhirnya terditur pulas.

PapaKen dan MamaKen sibuk sendiri. Akhirnya kantuk tak terbendung… ZZzzttt… mimpi indah! Hehehee

Tidak ada suara kokok ayam. Di perumahan kami, tak ada hewan bertelur itu. Kami sekeluarga bangun sendirinya, ketika matahari sudah bersinar. Selamat datang Minggu. Harinya terasa indah banget. Maklum, hari libur dah habis gajian.

Si kecil pun rewel sejak bangun tidur. Minta cepat-cepat berangkat ke Gembiraloka Zoo, Yogyakarta. Duh, ribet. Belum apa-apa sudah nagih-nagih terus. “Kenken kan belum mandi. Sana mandi dulu, terus sarapan. Nanti kita berangkat ke Gembiriraloka agak siangan,” pinta MamaKen.

Tidak usah pikir panjang. Usulan itu langsung diiyakan. Sambil nyanyi-nyanyi sekenanya, Kenken lari kecil menuju kamar mandi. Niatnya mau mandi, tapi gak jadi karena belum ada air panas. MamaKen pun akhirnya panaskan air untuk mandi si buah hatinya.

Hanya butuh waktu 15 menit, air pun mendidih. Satu ember air disiapkan di kamar mandi, cuuuuuurrrr… air panas pun dicampur. Mandi air hangat siap sedia untuk putri tercinta. “Ken, air dah siap. Ayo mandi,” teriak MamaKen.

“Aku ingin dimandiin papa,” balas Ken.

PapaKen yang sedang asyik main handphone di kursi ruang tamu pun melengo ke arah Ken sambil tersenyum. “Duh, hehehehe… ayo ayo.. mandi,” ajak PapaKen sambil melirik ke arah wajah MamaKen yang tampaknya senang tak memandikan Ken, hehehehe.

Tidak pakai lama, Ken dan papa menuju kamar mandi. Celana dilepas, kaus dilepas. Byur..byur.. air digerujuk kea rah tubuh Ken. Satu per satu ritual dilakukan. Ambil sabun, usek-usek-usek… ambil sampo, usek-usek-usek… byurr..byurr… bilas. Cling, bersih!

“Ayo masuk ember. Sekarang gosok gigi sendiri ya,” perintah PapaKen.

Sebagaimana biasanya, dia pun gosok gigi sendiri. Tidak lama berselang, ritual terakhir itu tuntas. Handuk diambil, laaaaap… garing! Kenken pun lari menuju kamar. Seperangkat baju piknik pun sudah disiapkan mamanya. Ternyata, saat Ken mandi, mamanya sibuk menyiapkan baju piknik.

Kaus putih bersablon kupu-kupu merah, celana dalam, kaus dalam, celana legging anak pun sudah siap pakai. PapaKen lantas memakaikannya. Tidak butuh lama. Ken pun cantik dan siap berwisata.

Tugas berikutnya MamaKen menyuapi sarapan. PapaKen mandi. Begitulah, gentian sama MamaKen. Setelah itu agak bingung. Nah, ketika itu kan nenek Ida ada di rumah sakit. Kalau ditinggal berwisata, siapa yang jaga?

Kebetulan waktu itu Mbak Sur datang. MamaKen meminta bantuannya. Mbak Sur pun dengan senang hati membantu, agar Ken bisa liburan. Maklum dah sekitar dua bulanan dia gak pergi ke mana-mana. Oh iya, Mbak Sur ini tetangga yang sering bantu MamaKen sejak nenek Ida tinggal di rumah.

Ini dia persiapan sudah matang. Tinggal persiapan, terus berangkan ke Gembiraloka Zoo. Jreng..jreng..jreng.. Ken sekeluarga akhirnya berangkat ke taman satwa. Memakai sepeda motor milik Pakde Sigid, perjalanan santai berwisata hanya butuh waktu sekitar 20 menit.

Di depan Gembiraloka pintu timur, duh.. banyak sekali tukang parkir cegat-cegat siapa saja yang melintas. Ken sekeluarga sempat terprovokasi masuk parkir di luar Gembiraloka. Tukang parkir mengarahkan ke lokasi parkir sepeda motor.

Sambil gedumel  PapaKen menuju lokasi yang ditunjuk. Untung saja ketika itu penuh. PapaKen pun memutarkan arah sepeda motor menuju luar. “Kenapa mas?” Tanya tukang parkir. “Penuh,” jawab PapaKen sembari ngegas menuju utara, menuju parker resmi di area Gembiraloka melalui pintu masuk sisi utara.

Akhirnya, perjalanan melelahkan tiba di Gembiraloka. Beruntung, tempat parkir masih menyisakan satu ruang sepeda motor untuk Ken. Emang rezekinya.. hehehe..

Lepas helm, jaket, cus menuju pintu masuk Gembiraloka. PapaKen beli tiga tiket. Satu tiket seharga Rp30.000. Murah sekali… hehehe soalnya pakai duitnya MamaKen.

Modal tiket itulah Ken senyam-senyum. Masuk lah rombongan keluarga kecil ini ke lokasi penampungan beragam satwa liar.

Melangkah menuju zona satwa. Kali pertama Ken malah tertarik naik kereta keliling. Satu tiket Rp8.000. PapaKen lalu beli tiga. Mulailah petualangan si bolang. Ngok..ngok..ngok..jug..jug… kereta keliling melaju.

Ken tampak menikmati pemandangan. Dia lihat danau, kapal, rombongan wisatawan, gajah, ikan, kuda, rusa, burung, harimau, buaya, ular, kura-kura, biawak, komplit deh..

PapaKen pun memutuskan turun di halte dekat kadang rusa. Perjalanan menuju ke kandang-kandang satwa. Ada unta, rusa, kuda… hingga saat lihat jadwal di brosur, eh.. waktunya atraksi satwa, waktu itu pukul 11.00 WIB.

PapaKen ajak menuju atraksi satwa. Ken terlihat senang saat tiba di lokasi atraksi. Banyak sekali anak kecil. Mereka berkunjung bersama keluarganya masing-masing. Ada juga rombongan sekolah taman kanak-kanak.

Tak berselang lama, pertunjukan dimulai. Ada atraksi angsa, marmur, burung kakatua, berang-berang, hingga orangutan. Tapi orangutan ini tak bermain atraksi. Dia hanya diperlihatkan untuk penonton yang minat foto bersama.

Puasssssssss rasanya. Hampir tiap satwa selesai tuntaskan instruksi sang pelatih, Ken tepuk tangan. Satwa-satwa itu pun sangat manut sekali sama pelatihnya.

Selesai melihat satwa terampil, Ken mengajak ke kandang gajah. Sebagaimana angan-angannya yang ingin sekali naik gajah. PapaKen pun mengajaknya ke kandang gajah. Menuju loket, dua tiket dibeli. Satu tiket Rp20.000.

Senang sekali lihat Ken. Dia terlihat riang. Rasanya ingin cepat sekali naik gajah. Sampai-sampai PapaKen salah masuk. Tangga keluar dipakai tangga masuk. Hehehehe… sampai di atas panggung tempat naik gajah, Ken antre tiga putaran.

Dug-dug-dug.. tiba juga giliran Ken. PapaKen pun mengarahkan Ken ke punggung gajah dibantu sang pawing. Tak sampai 10 detik, Ken dan papanya dah berada di punggung gajah. Tinggi sekali rasanya. Terasa gimana gitu, berada di punggung gajah. Eh, tiba-tiba sudah selesai naik gajah.

Ternyata hanya satu putaran doang. Hahaha..

Ya sudahlah.. Ken kelihatan puas. Turun dari halte gajah, Ken menikmati beragam satwa. Ada simpanse, ke kandang buaya, reptil, burung, hingga akhirnya tuntas semuanya. Ngos-ngosan ternyata Gembiraloka Zoo luas.

Petualangan satwa Ken akhirnya selesai. Tak terasa perut keroncongan. Ken belum makan siang, hanya terganjal dua roti saja. Waktu menujukkan pukul 13.00. PapaKen memutuskan pulang, karena kasihan Mbak Sur yang nungguin nenek Ida di rumah.

PapaKen menuju tempat parkir. Sepeda motor Pakde Sigid pun digas menuju rumah idaman. Selama perjalanan, Ken tidur. Kelihatannya kecapekan, sekaligus kelaparan. Hehehe…

Tak berselang lama sampailah Ken di rumah. Kala itu Ken tidur, terus dibawa masuk kamarnya. MamaKen kasih kode ke PapaKen agar beli mi ayam. PapaKen pun sigab, menuju warung mi ayam kesukaan MamaKen.

Teringat Ken yang belum makan. PapaKen beli bakso dua. Satu buat Ken, satu buat PapaKen. Warung bakso ini tak jauh dari rumah. Cuma sekitar lima menit saja dari rumah. Misi beli mi ayam dan bakso pun tuntas.

Sampai rumah, Ken bangun. “Papaaaa…,” sapanya.

Akhirnya Ken pun makan bakso bersama bapaknya. MamaKen melahap mi ayam. Bertiga lahap sekali. Lapar pun hilang. Akhirnya klekaran… duh capeknya….. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *